6 Fakta Penumpang Lion Air Jadi Korban Pencurian Perhiasan, Barang Akan Dikembalikan
Seorang penumpang Lion Air berinisial ADJ (26) mengalami pencurian perhiasan yang disimpan di dalam kopernya. Kejadian tersebut terjadi saat ia terbang menggunakan penerbangan Lion Air JT 992 dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar menuju Bandara Haluoleo, Kendari pada Sabtu, 8 Februari 2025.
Barang berharga yang hilang meliputi cincin emas, gelang emas, dan jam tangan, dengan total kerugian mencapai Rp 7,6 juta. Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku, yang diketahui merupakan oknum porter bandara.
Berikut adalah lima poin penting terkait kejadian ini:
1. Koper Penumpang Rusak Saat Diambil
Menurut berita yang dilansir oleh Beritaliputan, insiden ini terungkap saat ADJ tiba di Bandara Haluoleo dan mengambil kopernya. Ia mendapati kopernya dalam kondisi rusak, dan setelah diperiksa, perhiasan yang disimpannya telah hilang. Korban yang menyadari barang berharganya raib langsung bereaksi dengan berteriak histeris, menarik perhatian penumpang lain di bandara.
2. Pencurian Diduga Terjadi di Bandara Asal
Juru bicara Bandara Haluoleo, Nurlansyah, menjelaskan bahwa aksi pencurian ini tidak terjadi di wilayah Bandara Haluoleo, melainkan saat koper korban masih berada di Bandara Sultan Hasanuddin. Hal ini dikuatkan dengan investigasi yang kini dilakukan oleh Polsek Bandara Hasanuddin di Maros.
Pihak Bandara Haluoleo telah menerima laporan kehilangan, termasuk bukti kepemilikan berupa nota pembelian yang disediakan oleh korban. Mereka juga telah berkoordinasi dengan Aviation Security (Avsec), Ground Handling, dan Lion Air untuk menindaklanjuti insiden ini.
3. Oknum Porter Diduga Sebagai Pelaku
Kapolsek Ranomeeto, AKP Muh Ansar, mengonfirmasi bahwa empat terduga pelaku telah diamankan dan sedang dalam proses pemeriksaan. Para pelaku diketahui merupakan porter yang bertanggung jawab atas barang bawaan penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin.
Meski identitas pelaku belum diungkap, pencurian ini diduga terjadi saat koper korban berada di lambung pesawat dalam penerbangan JT 992. Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung.
4. Lion Air Lakukan Investigasi, Belum Pastikan Ganti Rugi
Danang Mandala Prihantoro, selaku Corporate Communications Strategic dari Lion Air, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan kehilangan dari ADJ dan sedang melakukan investigasi intensif. Lion Air berkomitmen untuk memberikan solusi sesuai kebijakan yang berlaku.
Namun, Danang menegaskan bahwa pihaknya selalu mengimbau penumpang untuk menyimpan barang berharga di bagasi kabin, bukan di dalam koper yang dimasukkan ke bagasi tercatat. Ia juga menambahkan bahwa Lion Group tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang berharga yang disimpan di bagasi.
5. Korban Sempat Menolak Memasukkan Koper ke Bagasi
Sebelum kejadian, korban sebenarnya sempat menolak memasukkan kopernya ke bagasi karena berisi barang berharga. Namun, pihak bandara meminta agar koper tersebut tetap dibawa ke bagasi pesawat. Setelah kejadian, korban marah-marah di Bandara Haluoleo sambil menyampaikan bahwa perhiasannya telah hilang.
6. Pelaku Diduga Berasal dari Pihak Ketiga
Hasil investigasi Lion Air menunjukkan bahwa empat porter yang diduga mencuri merupakan karyawan dari pihak ketiga yang bertugas sebagai ground handling. Pihak Lion Air menyatakan bahwa barang yang hilang telah ditemukan dan sedang diproses untuk dikembalikan kepada korban. Kasus ini sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwenang di Makassar untuk penanganan lebih lanjut.
Danang juga memastikan bahwa Lion Air akan terus mengutamakan keamanan dan kenyamanan penumpang, serta memberikan informasi terbaru setelah investigasi selesai dilakukan.